Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

Cerpen "LANGKAH MANIS"

Gambar
Langkah Manis Oleh : Muhammad Harsa Bahtiar Menjelang pukul 07.00, pagi itu langit tampak begitu cerah. Udara pagi yang sejuk membuat suasana semakin ceria. Hari itu adalah awal masuk perkuliahan di semester 2. Sungguh menyenangkan karena mendapatkan banyak teman baru. Namun ada satu yang berbeda pada saat itu, entah rasa apa yang aku rasakan, aku tak tahu, tiba-tiba aku gugup.

Menganalisis Perubahan Estetika pada Novel

Gambar
TUGAS Menganalisis Perubahan Estetika pada Novel Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Estetika Oleh : Nama    : M. Harsa Bahtiar NIM     : 2101411115 Rombel : 6 A.    Pergeseran Sastra Novel Pada faktanya perjalanan sebuah karya sastra mengalami banyak pergeseran, hal itu dipengaruhi oleh banyak faktor yang antara lain adalah faktor lingkungan dan nilai tradisi yang di anut oleh masyarakat di suatu zaman tersebut. Pergeseran sastra tersebut tentu mempengaruhi keindahan suatu karya. Setiap periode memiliki nilai keindahan atau nilai estetika yang berbeda. Hal itu dapat dilihat dari tema, alur, gaya penceritaan dan struktur karya. Dari banyak periode tersebut topik pembahasannya adalah pergeseran yang terjadi pada karya sastra berjenis novel pada angkatan Balai Pustaka, Pujangga Baru, Angkatan 45, Angkatan 66, dan Angkatan 2000.

Analisis Puisi Angkatan 1945

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Puisi sebagai salah sebuah karya seni sastra yang dapat dikaji dari bermacam-macam aspek. Puisi dapat dikaji struktur dan unsur-unsurnya, mengingat bahwa puisi sebagai struktur yang tersusun dari bermacam-macam unsur dan saran kepuitisan. Dapat pula puisi dikaji jenis-jenis atau ragamnya, mengingat bahwa puisi memiliki beragam-ragam jenisnya. Hal ini mengingat hakika yang sebagai karya seni yang selalu terjadi ketegangan antara konvensi dan pembaharuan (inovasi) (Teeuw, 1980:12). Meskipun demikian, orang tidak akan dapat memahami puisi secara sepenuhnya tanpa mengetahui dan menyadari bahwa puisi itu karya esteti yang bermakna, yang mempunyai arti, bukan hanya sesuatu yang kosong tanpa makna. Oleh karena itu, sebelum pengakjian aspek yang lain, perlu lebih dahulu puisi dikaji sebagai sebuah struktur yang bermakna dan bernilai estetis. Puisi mengekspresikan pemikiran yang membangkit akan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indra ...